Journalist Marco
Mas Marco memperoleh ilmu jurnalistik dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo ketika ia menjadi wartawan magang di _Medan Prijaji_ pada 1909. Ia lantas...
Also Available in:
- Amazon
- Audible
- Barnes & Noble
- AbeBooks
- Kobo
More Details
Mas Marco memperoleh ilmu jurnalistik dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo ketika ia menjadi wartawan magang di _Medan Prijaji_ pada 1909. Ia lantas menjadi jurnalis dan aktivis pembela rakyat pribumi yang ditindas oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.
ㅤㅤ
Pda 1914 Marco menjadi ketua Indlandsche Journalisten Bond (IJB) atau Perhimpunan Jurnalis Hindia. Di tahun yang sama ia memimpin _Doenia Bergerak_, surat kabar yang terbit pertama kali pada Maret 1914. Sejak itu pula ia berkali-kali masuk bui akibat tulisan-tulisannya yang keras dan terkena _persdelict_ (pengadilan pers).
Pada 21 Juni 1927, Marco dibuang oleh pemerintah kolonial ke Boven Digoel, Papua. Kesukaran hidup dan tekanan mental membuatnya tak mampu bertahan lagi. Ia wafat di sana pada 1931.
ㅤㅤ
Buku ini merupakan kumpulan tulisan Marco di empat surat kabar yang pernah diawakinya, yaitu _Doenia Bergerak_, _Sinar Hindia_, _Sinar Djawa_ dan _Hidoep_. Isinya beragam, dari soal politik, keorganisasian, keredaksian surat kabar, hingga syair. Hal yang menyambungkan setiap tulisan di buku ini adalah nafas dan semagat anti-penjajahan yang selalu disampaikan oleh Marco. Itulah sebab buku ini menjadi bukti tentang peran media massa di fase pergerakan anti-kolonialisme atau yang disebut dengan istilah “Zaman Bergerak”.
- Format:Paperback
- Pages:236 pages
- Publication:2017
- Publisher:Octopus
- Edition:
- Language:ind
- ISBN10:6027470364
- ISBN13:9786027470361
- kindle Asin:6027470364









